Kamis, 27 Oktober 2016

strategi pemnelajaran bahasa arab (BROKEN TEXT)

BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Strategi adalah  rencana  yang  cermat   mengenai   kegiatan untuk mencapai  sasaran  khusus. Strategi  merupakan  perencanaan  yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu Dalam  Kegiatan  Belajar  Mengajar  (KBM)  ketika tidak  digunakan  strategi  dalam  penyampaian  materi  dapat  mengakibatkan peserta didik jenuh, oleh karenanya seorang pendidik dituntut untuk kreatif dan  mampu  memilih  strategi  dalam  pembelajaran  sesuai  dengan  maharah yang ingin dicapai.
Dengan  demikian dapat diketahui bahwa strategi itu selalu berkembang  pada  diri  seseorang  karena  seseorang  memiliki metode yang digunakan untuk memecahkan sebuah problematika. Strategi pembelajaran memiliki  cakupan  yang  luas  dibandingkan  dengan  metode  pembelajaran karena metode hanya alat dan perangkat atau bagian  dari strategi pembelajaran. Strategi memuat pola-pola umum perbuatan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Strategi  pembelajaran  sangat  menentukan  proses  dan  hasil  belajar sehingga   diperlukan   adanya   variasi   strategi   pembelajaran,   yang   mana dapat   membantu   siswa   untuk   memecahkan   masalah,   menemukan   ide pokok  dari  materi  pelajaran  dan  tentu  saja  akan   mendominasi  aktifitas pembelajaran.   Dengan   cara   ini,   akan   terciptalah   suasana   yang   lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. dan Pada makalah ini akan membahas strategi Broken Text yang mana strategi ini termasuk kedalam strategi kooperatif atau kerja kelompok.







BAB II
PEMBAHASAN
1.        Teori Yang Digunakan
A.      Pengertian Strategi Broken Text
Broken diartikan terputus-putus,[1] sedang text adalah pokok pembicaraan teks, naskah.[2] Strategi broken text adalah suatu perencanaan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu yang mana berupa teks terputus-putus  dan  peserta  didik  berkewajiban  menyusunnya  menjadi  teks yang utuh kembali.
Broken  text atau  teks  acak  merupakan sebuah  strategi  yang  cukup menyenangkan,   dimana   peserta   didik   atau   mahasiswa dituntut   untuk berfikir  logis  dengan  mengurutkan  alur  cerita  atau bacaan, atau  mencari kosa  kata  yang  hilang.  Strategi  ini  sangat baik digunakan untuk pelajaran bahasa,  meskipun  dapat  juga  digunakan  untuk  pelajaran  yang  lain. Untuk pembelajaran   Bahasa Arab, strategi ini cocok digunakan dalam aspek kemahiran  membaca.  Hal  ini  untuk  mengukur  tingkat  pemahaman  peserta didik dari teks bacan yang telah ditelaahnya. Strategi ini cocok digunakan untuk anak-anak SD sampai tingkatan mahasiswa tergantung teks, kata-kata, kalimat atau materi yang dipakai, tergantung mudah atau sukarnya teks bagi siswa.
B.       Langkah-Langkah Pelaksanaanya
1.        Siapkan sebuah naskah cerita yang dipotong-potong menjadi beberapa bagian.
2.        Bagilah siswa ke dalam beberapa kelompok kecil.
3.        Berilah teks atau potongan-potongan tersebut pada masing-masing kelompok.
4.        Mintalah semua siswa membaca teks secara bergantian dalam kelompoknya masing-masing.
5.        Mintalah semua siswa untuk memahami potongan-potongan kalimat tersebut dalam kelompoknya.
6.        Mintalah siswa untuk mengurutkan potongan-potongan teks tersebut.
7.        Setelah kerja kelompok selesai, mintalah masing-masing kelompok menyampaikan (mempresentasikan) hasilnya di depan kelas.
8.        Berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan.
9.        Berikan klarifikasi terhadap hasil kerja kelompok tersebut sehingga terjadi kesamaan pemahaman terhadap materi yang diajarkan.
Penggunaan  dari  strategi  ini  adalah  untuk  merangkaikan  kembali bacaan yang sebelumnya telah dipotong-potong. Strategi        ini dapat diterapkan untuk melatih siswa dalam menyusun naskah secara sistematis. Siswa  juga  dilatih  untuk  memahami  isi  bacaan  tidak  hanya  secara  global, tetapi   sampai   bagian-bagian   yang   paling   kecil   sampai   akhirnya   dapat menyusun kembali bacaan tersebut secara runtut.[3]
C.      Kelebihan dan Kekurangan
1.        Adapun kelebihan dari strategi ini adalah:
a.    Menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, sehingga siswa tidak jenuh dan bosan.
b.    Memancing kerjasama antar siswa.
c.    Memicu interaksi yang baik antar siswa.
d.   Membantu siswa memahami konsep yang sulit dipahami.
e.    Menciptakan interaksi timbal-balik antara guru dengan siswa.
f.     Belajar memecahkan masalah.
2.        Sedangkan kekurangan yaitu:
a.    Memerlukan waktu yang relatif lama dan persiapan yang matang.
b.    Keadaan kelas cendrung gaduh dan ramai[4]


2.      Bahan Yang Disiapkan
Bahan-bahan yang saya gunakan dalam strategi ini, diantaranya yaitu :
·      Kertas yang berisikan pengetahuan tentang materi.
·      Gunting, cuter atau alat pemotong kertas lainnya untuk memotong kertas yang berisikan materi tadi
·      Papan tulis, penghapus papan tulis dan lain lain, yang digunakan perwakilan setiap kelompok untuk menjelaskan materi yang difahami.

3.        Materi / Kelas Yang Diajarkan
Pada strategi ini saya akan mengunakan materi mutholaah kelas 4 KMI:
التهاون
كان رجلان يشتغلان فى صنع سفينة فوجدا دودة في قطعة خشب صغيرة وارد احدهما ان يرميها فلم يرض زميله وقال "انها خشبة صغيرة لا تاثيرلها في بناء السفينة وفي رميها خسارة علينا". فأدخلت الخشبة وتمت السفينة وصارت تغدو وتروح في البحر بسلام وبعد سنين قليلة ولدت الدودة ديدانا كثيرة اكلت قلب الخشيبة حتى نخرتها وسرت فيما جاورها من الخشب حتى وهن وصادف السفينة نوء شديد خرمها خرما صغيرا دخل منه الماء ثم اتسع الخرم حتى لم يستطع الملاحون تصريف الماء الداخل في السفينة فتثاقلت وغرقت بما فيها من الاموال والانفس .
ولا شك ان هدا الخرم لم ينشأ الا  من تلك الخشيبة الصغيرة التي كانت فبها الدودة ولو رميت عند ما ظهر عيبها لما حصلت هذه المصيبة المحزينة فإن العمل الصغير كثيرا مايأتي بنتائج يكون لها تأتثير كبير ان الأمور دقيقها مما يهيج له العظيم.                
4.        Langkah-Langkah yang Ditempuh Ketika di dalam Kelas
Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh dari awal masuk kelas sampai selesainya materi adalah sebagai berikut:
a.         Pertama-tama guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, jumlah siswa pada setiap kelompok disesuaikan dengan banyaknya siswa yang berada di kelas
b.        Setelah kompok telah terbagi, guru membagikan kertas yang sudah di potong-potong menjadi beberapa bagian yang mana pada setiap potongan berisikan materi atau text pelajaran yg akan diajarkan
c.         Kemudian guru menjelaskan mufrodat atau kosa kata pada materi yang sukar diketahui oleh siswa.
d.        Selanjutnya guru menjelaskan isi text materi secara umum agar siswa mempunyai gambaran atau pemahaman tentang isi text dan untuk mempermudah siswa nantinya dalam menyusun potongan-potongan text
e.         Setelah dijelaskan guru membagikan potongan-potongan text kepada setiap kelompok
f.         Guru memerintah siswa untuk memahami isi text, kemudian siwa menyusun atau mengurutkan potongan text tadi.
g.        Setelah diurutkan salah satu siswa perwakilan dari kelompok maju kedepan kelas untuk membacakan text yang telah selesai di urutkan.
h.        Guru memberikan penilian dari setiap kelompok diskusi tentang benar atau salahnya text yang telah mereka susun.
i.          Setelah itu guru memberikan penjelasan terperinci terhadap materi yang diajarkan agar para siswa lebih paham lagi terhadap materi yang diajarkan.
j.          Dan yang terakhir guru meminta kepada siswa untuk memberikan istimbat atau kesimpulan tentang isi materi.

5.        Observasi Keadaan Kelas
keadaan siswa sewaktu diterapkan strategi pembelajaran Broken Text sangat bagus, kelas terasa lebih hidup dikarenakan setiap elemen aktif dalam memahami materi yang diberikan kepada siswa, dan yang belum mengerti dan belum faham tentang suatu materi menanyakan kepada yang lebih faham, dan yang lebih faham menjelaskan apa yang ia fahami. Dan belajar menjadi lebih menyenangkan karna siswa tidak fakum mereka disibukkan untuk menyusun potongan-potongan kertas secara bersama-sama.
6.      Manfaat Dari Strategi Ini
Ada beberapa manfaat yang diperoleh guru maupun siswa dalam penerapan strategi ini, diantaranya :
a.       Guru bisa mengetahui kadar kemampuan siswa.
b.      Guru bisa mengetahui kekompakan dalam suatu kelompok.
c.       Siswa lebih mudah dalam memahami suatu materi yang didiskusikan.
d.      Siswa saling melengkapi satu sama lain dalam suatu kelompok.
e.       Suasana kelas menjadi lebih aktif  dan menarik.
f.       Siswa akan lebih mudah merpecahkan Masalah dalam text

7.        Kendala Yang Dihadapi
Dalam penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pastinya ada beberapa kendala yang dihadapi, daiantaranya :
·         Keadaan cendrung gaduh dikarnakan siswa sibuk menyocokkan dan mengurutkan potongan kertas
·         Membutuhkan kertas yang cukup lumayan banyak untuk bahan materi pelajaran








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Penilain pemakalah terhadap strategi ini adalah startegi ini sanggat efektif untuk melatih siswa dalam menyusun sebuah naskah yang sistematis. Siswa juga dilatih untuk memahami isi bacaan tidak hanya secara global, tetapi sampai pada bagian-bagian yang paling kecil sampai akhirnya dapat menyusun kembali bacaan tersebut secara runtut. Sehingga siswa akan lebih cepat dan mudah dalam memahami isi  materi pelajaran.
Kegiatan belajar mengajar juga akan semakin menyenangkan karna siswa dituntut untuk memecahkan masalah yang berupa teks yang telah dipotong-potong dan dipisah dari bentuk semula. Secara teknis, strategi ini dapat dipraktikkan untuk mengurutkan kalimat-kalimat dalam satu alinea, atau mengurutkan beberapa alinea dalam satu bacaan. Strategi ini cocok digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa dalam membaca atau (Aspek Maharah Kiro’ah)
Ø  Kelebihan strategi ini menurut pemakalah:
1.        Siswa lebih mudah dan cepat ketika akan menghafal teks mutholah karna siswa sudah mengetahui urutan atau alur cerita pada teks
2.        Guru lebih mudah dalam mengajar karna siswa akan lebih aktif dalam berdiskusi dan guru tidak perlu banyak menjelaskan isi teks materi
3.        Strategi ini hampir mirip dengan sebuah permainan karena di dalam strategi ini siswa menyusun beberapa potongan kertas, seperti permainan teka-teki kalimat.
Ø  Kekurangan:
1.        Memerlukan ketelitian yang cukup jeli karena ditakutkan dalam memotong atau memisahkan bagian-bagian teks terdapat teks yang tercampur antara satu teks dengan teks yang lain, atau salah membagikan teks sehingga tertukar
2.        Terlalu rumit karena guru harus mencetak teks terlebih dahulu kemudian harus memotong-motong kertas teks kedalam beberapa bagian.























Tidak ada komentar:

Posting Komentar